PARIWISATAKALTIM.com

PARIWISATAKALTIM.com

Kemajuan Pariwisata Kutim di depan Mata

Sahabat #pariwisatakaltim..

Kamis siang ini Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur kembali mendapat kunjungan tamu spesial yaitu Bapak Rustam Effendi Lubis yang akrab di sapa dengan Reff Lubis atau Bupati Fesbuk.

Kedatangan mereka disambut baik oleh Kepala Dinas Bapak Syafruddin Pernyata diruangannya di dampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Agung Masuprianggono, Kepala Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya Ibu Effy Susanti beserta Kepala seksi Asrani Rasidi.
Reff Kubis bersama dengan Amir Jaya (Expose Kaltim) berbincang hangat perihal Program Kegiatan yang akan disusun oleh BPPD Kaltim terkait perkembangan Pariwisata di Kutai Timur.

Pembicaraan diawali dengan konsep Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Kutai Timur dan berlanjut pada pembicaraan media promosi pariwisata. “Kami sudah mempromosikan pariwisata Kutai timur melalui Website yang bernama www.pesonakutim.com dan kini tengah menggarap media promosi berupa Tabloid dimana nantinya kami menginginkan kolom yang membahas khusus untuk opini tentang Kepariwisata yang ada diKalimantan Timur jadi tidak hanya dan nantinya tabloid tersebut akan dibagikan kepada para mitra pariwisata, hotel, OPD dan Perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Timur ”, ujar Reff Lubis selaku ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Kutai Timur.

Kami pun akan bekerja sama dengan para pengusaha yang ada di Kutai Timur terkait media promosi tabloid ini, adapun perusahaan yang sudah konfirmasi antara lain : KPC dan PAMA, tambahnya.

Pak Espe sapaan akrab Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim menuturkan bahwa Kutai Timur merupakan Kabupaten yang memiliki keunikan objek wisata yang benar-benar alami sehingga dapat “dijual” kepada wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, sehingga sangat sayang jika tidak dimanfaat dengan serius.

Adapun beberapa saran untuk kemajuan pariwisata Kabupaten Kutai Timur anatara lain :
1. Design jembatan harus bernuansa pariwisata setidak-tidaknya landscape diujung kedua sisi jembatan harus bebas dari bangunan dan disitu dibangun taman plus icon sangata misalnya orang utan dan buaya. Icon yang dipilih haruslah yang unik yang tidak dimiliki atau yang berbeda dari kabupaten/ negara lainnya sehingga menjadi daya tarik wisatawan.
2. Harus ada rumah kopi dibantaran sungai sangata baik yang dibangun oleh dari Pemkab maupun masyarakat. Namun konsep rumah kopi tersebut haruslah yang bercita rasa. Lalu ubah fungsi rakit penyebrangan/ rakit bermesin menjadi perahu/ kapal wisata mini yang berlayar dari jembatan ke arah warung kopi, jembatan – prevab mentoko. dan tak lupa juga untuk dibuatan area untuk lapangan parkir yang memuat hingga 20 bus dan saat menuju rumah kopi agar dibuatkan trek agar ada nuansa jalannya.
Disisilainnya agar dibuat dermaga untuk menyebrangkan wisatawa untuk menuju rumah kopi dan kekabo jaya nanti dengan sendirinya akan tumbuh titik-titik persinggahan seperti ada rumah yang akan menjual sovenir-sovenir khas Kabupaten Kutai timur, jikalau perlu kita akan meyakinkan para pengusaha batik untuk membuka butik menjajalkan batik khas Kutai Timur.

3. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini dapat membuka wawasan para pemangku kepentingan di sektor pariwisata guna terciptanya pariwisata yang maju dan handal, jadi kita tak perlu keluar daerah untuk mencari sesuatu yang baru maupun menarik karena di daerah kitapun tak kalah menarik dengan daerah lainnya namun pertama yang harus kita benahi adalah Aksesibilitasnya. Karena itu merupakan kunci dari berkembangnya pariwisata.

“Saya pun berharap nantinya akan ada semacam Focus Group Discussion dimana pak Espe dapat berbicara dan memberikan masukan masukan kepada para pemangku kepentingan di sektor pariwisata guna memajukan pariwisata di Kabupaten Kutai Timur”, pungkas reff lubis sekaligus mengakhiri pertemuan kali ini.

#pariwisatakaltim
#pesonaindonesia
#pesonakutim
#visitkaltim

TERKAIT

Rock In Borneo

Jangan lupa Datang dan saksikan

.....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *