PARIWISATAKALTIM.com

PARIWISATAKALTIM.com

Pesona Kearifan Pedalaman Kalimantan Timur – Mahakam Ulu #Catatansahabat

Pada Bulan Oktober saya berkesempatan kembali berkunjung ke Pulau Kalimantan Timur yang sangat terkenal dengan ke  exotic kan Budaya Suku – suku pedalaman, Hutan belantara sebagai paru –paru dunia,aliran Sungai Mahakam  sebagai sungai terlebar di Indoensia.Selain itu Pulau Kalimantan Timur juga menjadi mula ( awal ) peradaban Nusanatara dengan kerajaan hindu pertama di Indonesia yang perkembang pada abad ke – IV Masehi, yang  tak lepas dari paranan daripada DAS ( daerah aliran sungai )  Mahakam yang menjadi sarana transportasi juga sumber kehehidupan.

Pada perjalanan kali ini tujuan saya adalah Kabupaten Mahakam Ulu, bertepatan dengan  di selenggarakan Festival Hudoq pakayang  di Kampong Long pakaq – kecamatan Long Panghai

Kabupaten Mahakam Ulu  merupakan kabupaten termuda di Kalimnatan Timur setelah berlakunya  Undang – Undang Otonomi Daerah di Indonesia.Dimana  Mahakam Ulu merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang pacahan dari Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimatan Timur dengan luas wilayah 72.567,49. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2013, Kabupaten Mahakam Ulu terdiri dari tujuh Kecamatan, yaitu Kecamatan Tering, Long Iram, Long Hubung, Laham, Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari.

 

Perjalanan menuju Kab.Mahakam Ulu.

Untuk Sampai ke Kabupaten Mahakam Ulu boleh di bilang agak lumayan sulit,di butuhkan fisik dan mental yang siap.hal ini di pengarhui oleh akses jalan yang harus di tempuh dan minimnya sarana transportasi. Dari Bandara Aji M.Sulaiman Sepinggan – Balikpapan perjalanan  saya lanjutkan  dengan jalur darat menuju kota Samarinda untuk bergabung bersama team yang  telah siap bersama – sama menuju kabupaten Mahakam Ulu.

Perjalanan dari Balikpapan – Kota  Samarinda  memakan waktu kurang lebih 4 Jam. Sebenaranya berdasarkan Informasi yang saya himpun ada beberapa alternatif untuk sampai ke Kabupaten mahakam Ulu,jika dari bandara Aji M.Sulaiman Sepinggan – Balikpapan,bisa menggunakan jasa travel yang langsung ke Kutai barat ( anda bisa cari di internet untuk melakukan pemesanan tiket ) setelah sampai di Kutai Barat – Dermaga Tering.Kemudian perjalanan di lanjutkan dengan menggunakan jalur air bisa dengan speed boat  atau kapal penumpang.Jika  kalau mau lebih cepat bisa menggunakan pesawat kecil ke Kabupaten Kutai Barat dengan tujuan Melak atau langsung menuju Kabupaten Mahakam Ulu di Kampong Lung Nunok, namun yang perlu menjadi catatan adalah minimnya jadwal penerbangan dan waktu bisa berubah kapanpun dan jika ada waktu lama anda bisa menggunakan jalur sungai dengan kapal dari pelabuhan samarinda sekitar 2 hari 2 malam untuk  sampai di Ujoh Bilang ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu.

Kembali pada perjalanan saya yang lebih pada  penghematan biaya hehehe…….., setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Bandara Sepinggan – Balikpapan pada Jam 20:00 wita, saya sampai di Base Camp rekan – rekan Komunitas Exotik Kaltim dan Mahakam Explore yang akan menjadi teman seperjalanan. Setelah Istirahat, ngopi kami melakukan persiapan termasuk  berbagai bekal perjalanan, mengingat di Kabupaten Mahakam Ulu berbagai kebutuhan mahal mengingat sulitnya jalur tranportasi dalam proses  pengiriman barang.

Tepat pada Pukul 23.00 wita kami  ( 4 orang ) berangkat dari kota Samarinda  menuju   Tenggarong – Kutai Kartanegara dengan  menggunakan mobil pick up untuk singgah sebentar menjemput satu lagi kawan dari Komunitas Jejak Budaya, Samarinda – Tenggarong  dapat di tempuh kurang lebih 30 menit.

Pada Jam 00:00 Wita kami berangkat menuju Kutai Barat melintasi jalan yang bersapal dan kadang sedikit berlubang,sesekali kami singgah untuk sekedar ngopi dan menghilangkan lelah.

Hingga tak terasa pekat malam perlahan sirna oleh sinar sang surya pada Jam 06:40 Wita,kami sampai di Dermaga Tering – Kutai Barat,setelah menurunkan barang dan menitipkan mobil kami sejenak singgah membeli sarapan ( satu porsi Rp 20.000 ) serambi menunggu kapal berangkat yang menuju Ujoh Bilang yang jadwalnya berangkat sekitar pukul 08.00 – 09.00 Wita.  Ketika sampai di dermaga Tering sebenarnya ada pilihan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Long Boat/Speed boath agar lebih cepat dengan biaya sekitar Rp 300,000 dengan waktu 3 jam, berhubung kami ingin irit kami lebih memilih naik kapal dengan biaya lebih murah Rp 100.000 per orang dengan perjalanan lebih lama sekitar 6 jam dan itupun tergantung debet air Sungai Mahakam. Jika dalam kondisi surut para motoris kapal tidak berani melanjutkan perjalanan di karenakan banyaknya batu –batu tajam yang akan bisa  membocorkan kapal.

Perjalanan menggunakan kapal menuju Kabupaten Mahakam Ulu merupakan  sebuah pengalaman pertama bagi saya dengan suguhan  suasana kanan – kiri hutan belantara yang masih terjaga, aktivitas masayarakat DAS Mahakam juga menjadi potret kehidupan yang jarang saya jumpai.

Di sepanjang Sungai Mahakam Ulu kita bisa menjumpai lalu lalang kapal, speed boat dan ketinting yang hilir – mudik melintasi Sungai Mahakam. Kita juga bisa melihat perkampungan penduduk yang berada di sepanjang sungai. Di setiap perkampungan terdapat dermaga kecil untuk naik turunnya penumpang kapal/speed boat dan mengisi BBM untuk kapal/speedboat. Karena di tempat ini tidak terdapat SPBU layaknya di kota besar melainkan melalui pengisian BBM terapung.

Begitu pula jika kita akan beristirahat untuk makan,  maka akan ada beberapa rest area terapung untuk kita beristirahat sejenak sambil menikmati santapan siang di pingir Sungai Mahakam

Ada satu tempat di pingiran Sungai Mahakam Ulu yang menarik perhatian saya, yaitu Batu Dinding Sungai Mahakam. Tempat ini merupakan gugusan batu dinding terjal yang menjulang tinggi. Batu Dinding ini adalah batu kapur putih yang membentuk dinding di tepi Sungai Mahakam, dinding batu ini membentang sepanjang kurang lebih 800 meter di tepi Sungai Mahakam Ulu.

Singkat Cerita pada Jam 19.00 Wita kami sampai di Ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu – Ujoh Bilang untuk menginap semalam dan melanjutkan perjalanan kembali esok pagi mengingat tidak ada kapal yang bisa sampai ke kampong Long pakaq  – Kecamatan Long Panghai,di karenakan aliran sungai mahakam yang semakin menyempit dan banyak riam sehingga perjalanan harus menggunakan speed boat.

 

Hari ke -2

Kamis 19 November 2017, Pagi menjelang, kabut masih enggan beranjak dia masih asik bercengkrama dengan dedaunan, aktivitas warga Ujoh Bilang yang mayaritas suku Dayak Bahaupun mulai menyambut pagi yang cerah. Kamipun bergegas melakukan persiapan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Kampung Long Pakaq bersama ibu Sulistwati yang akan mengarahkan kami sekaligus sudah kami anggap sebagai keluarga.

Sebenaranya untuk melanjutkan perjalanan bisa langsung ke dermaga Ujoh bilang namun di karenakan dermaganya masih proses perbaikan sehingga belum bisa di gunakan. Rombongan kamipun di antarkan ke dermaga Long Bagun ( yang dahulu menjadi pusat keramaian di Mahakam Ulu ) sebelum di pusatkan di Ujoh Bilang. Jarak tempuh dari Ujoh Bilang ke Long bagun sekitar 45 menit dengan jalan sudah semenisasi.

Sesampainya di dermaga Long Banggun kami tergabung dengan rombongan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahakam Ulu, yang juga akan menuju kampung Long Pakaq, Jalur Air merupakan satu –satunya sarana transportasi yang dapat di gunakan ( speed boat ). Pemerintah Mahakam Ulu memberlakukan Subsidi bagi masyarakat sebesar 50 % dari total tarif biasanya hingga  sampai pada kampung tujuan ( dengan Syarat mengikuti kententuan untuk memperoleh Subsidi ). Dari Long Bagun menuju Kampong Long Pakaq – Kecamatan Long Panghangai  Rp.300,000 jadi kami bersyukur ikut bagain rombongan yang di subsidi dan untuk menaiki speed boat jumlah penumpang maksimal 15 orang dengan masing – masing beban satu orangnya tidak boleh lebih dari 25 KG, jika kelebihan bisa  menguruangi jatah penumpang.

 

Sensasi pesona Mahakam Ulu.

Setelah selesai melakukan penimbangan barang penumpang di persilahkan masuk speed boat secara bergantian dan tepat Jam 08.30 wita speed boat yang kami tumpangi bergegas meninggalkan dermaga Long Bagun menyusuri sungai mahakam yang kian menyempit dengan air semakin deras dengan kanan – kiri bebatuan cadas, hutan belantara sebagai Ikon Kalimantan Timur nampak nyata terpampang seolah menyapa kedatangan kami di kabupaten terujung Kalimantan Timur tak henti – hentinya shutter kamera saya tekan untuk sekedar mengabadikan moment perjalanan yang sangat luar biasa dan disini saya bisa melihat bagaimana perjuangan masyarakat pedalaman dalam menjalani kehidupan dengan senantiasa menjaga keseimbangan alam.

Speed boat terus melaju sesekali motoris harus membanting setir untuk menghindari bebatuan yang nampak menonjol di tengah sungai mahakam. Karena memang pada bulan oktober kondisi sungai Mahakam agak sedikit surut. Di tengah obrolan para penumpang, saya terus menyimak berbagai informasi yang di paparkan rekan –rekan saya yang sudah melakukan perjalanan sebelumnya pada tahun 2016, bahwa tak lama lagi akan melawati riam mereka mengingatkan untuk hati –hati dengan kamera sebab air bisa saja masuk ke Speed Boat.

Tak lama bereselang speed memasuki jalur sungai dengan kanan – kirinya batu dinding batu yang sangat tinggi dengan air mengalir dari atas langsung tumpah  ke pinggir sungai makaham, sungguh seperti surga yang tercecer di bumi.ketika masuk riam panjang motoris menyarankan agar sebagaian penumpang untuk turun dan jalan kaki melalui pinggir sungai dan menunggu di ujung riam.dan saya pun memilih untuk turun meskipin sudah di lengkapi dengan pelampung namun melihat derasnya arus jadi serem melihtanya hehe.

Perjalanan menyusuri suangai mahakam di kabupaten Mahakam Ulu sangat mengesankan dengan berbagai pemandangan di tengah perjalanan rombongan sempat singgah di warung terapung kampong Nya’an – Kecamatan Long Panghai dan disini memang  sering di gunakan untuk istirahat bagi masyarakat yang hilir ataupun mudik yang sedang melakukan perjalanan antar kecamatan di Kabupaten Mahakam Hulu, meskipun perjalanan yang cukup lumayan lama menggunakan speed boat namun bagi saya merupakan sebuah perjalanan yang sangat luar biasa dengan sajian pemadangan yang  begitu keren dengan melawati perkampungan warga dayak dengan berbagai aktivitasnya baik di sungai maupun di daratnya, hingga tak terasa pada pukul 14,30 wita kami sampai  ke Kampong Long pakaq yang menjadi tuan rumah terselenggaranya festival Huidoq Pakayang tahun 2017.

Ketika rombongan kami memasuki kampong dengan manaiki tangga dari dermaga, sudah terdengar alunan musik khas dayak kayan  sudah terdengar dan senyum ramah wraga menyambut kedatangan kami dengan mengikat gelang sebagai tanda rasa kekeluargaan bagi suku dayak pada umumnya dan kemudian kami di arahkan oleh panitia untuk menuju homestay yang telah tersedia.

 

Festival Hudoq Pakayang .

Hudoq pakayang merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang di selenggarakan oleh 13 kampong sekecamatan Long Panghai – Kabupaten Mahakam Ulu secara bergaintian tiap kampong menjadi tuan rumah dimana mayoritas warganya suku dayak Bahau dan untuk Kampong Long pakaq mayoritas Suku dayak Kayan.

Hudoq Pakayang di laksanakan pada bulan  Oktober bertepatan dengan musim tanam ( Nunggal ) bagi masayarakat suku dayak Bahau/kayan.

Hudoq : Tarain yang menggunakan topeng  berbagai  binatang dan menggunakan kostum/pakain yang terbuat dari daun pisang atupun pinang, menurut berbagai sumber yang saya himpun dari warga, hudoq merupakan tarian  kedatangan dewa yang datang ke dunia untuk menjaga tanaman padi dari hama dan sebagai ungkapan permohonan untuk melimpahnya hasil panen.

Bentuk topeng juga merepresentasikan jenis-jenis hama yang mengancam pertumbuhan tanaman padi di ladang. Topeng yang didominasi warna merah tersebut, berubah menjadi magis saat penari hudoq mengkombinasikannya dengan pakaian yang terbuat dari kulit kayu serta dilapisi daun pisang atau daun pinang.

Pakayang/Pekayang  : Saling berkunjung.

Jadi  Hudoq Pakayang dapat di artikan sebagai wahana untuk saling mengunjungi mempererat tali silahturohmi dan rasa kekeluargaan setelah musim tanam dengan menari bersama.

Pada Tahun 2017 ini Hudoq pakayang di ikuti 13 Kampong  sekecamatan long panghai di tambah 1 rombongan utusan dari Ujoh Bilang sebagai ibu Kota Kabpaten mahakam Ulu.

Di desa long Pakaq ini saya sangat beruntung dapat menyaksikan dan berkomunikasi langsung kepada wanita dayak yang masih memanjangkan telinga,sebuah kekayaan budaya yang hampir punah.

Prosesi Hudoq pakayang di Mulai pada tanggal 20 – 22 Oktober 2017, dimana tahun -tahun seblumnya hanya di selenggarakan satu malam, namun pada tahun 2017 ini ada perubahan menjadi 2 hari 2 malam hal ini mengingat jarak tempuh para kontingen yang dari berbagai desa belum puas menari dan hilang cepek harus sudah kembali ke Kampong masing –masing.

Adapun prosesi Hudoq Pakayang sebagai berikut.

Para Kontingen yang berasal dari berbagai desa menggunakan perahu di tempat di suatau pulau/tempat untuk berganti pakaian yang laki –laki menggunakn kostum hudoq dan yang wanita menggunakan pakain tari yang menggambarkan desa masing –masing.sebelum berpakain lengkap kontingen tidak di perbolehkan memasuki desa.

Setelah berbapakain lengkap para kontingen bergerak menuju lapangan /lamin yang menjadi pusat di laksanakana hudoq pakayang.

Acara tersebut terdiri dari empat sesi yang sarat makna.

  • Pertama, Sak Baaq Hudoq (santap Hudoq) yaitu memberi makan untuk topeng Hudoq sebagai syarat dan makan untuk penarinya. Menu makanan berupa ketan dan telur ayam kampung rebus.
  • Kedua, Tengaran Hudoq (bicara Hudoq) yaitu, berbicara dalam bahasa Hudoq untuk memberitakan maksud kedatangan dengan petinggi kampung. Perwakilan Hudoq dan petinggi kampung duduk di atas gong. Jika telah disampaikan maksud dan tujuannya maka Hudoq lainnya bersorak dalam bahasa Hudoq. Disinilah keunikannya, karena suara itu sulit diikuti oleh orang awam yang menonton. Suara tersebut terdengar sederhana namun khas.
  • Ketiga, Ngenyah Hudoq (menari Hudoq) yaitu, satu perwakilan Hudoq tuan rumah menari.

  • Terakhir, Ngaraang Aruq/Ngarang Hudoq (menari panjang) yaitu setiap perwakilan Hudoq masing-masing kampung menari bergantian dengan membuat lingkaran di tengah lamin adat.Selanjutnya, dimulailah Festival Hudoq Pekayang itu, semua penari dan masyarakat tumpah ruah di lapangan adat Kampung Long Tuyoq. Semua menari mengikuti irama musik dari siang hari hingga keesokan paginya selama 2 hari dua malam. Pada pelaksanaan Hudoq Pakayang  di Kampong Long Pakaq juga di gelar Hudoq Babi  sebagai  yang meneceritakan bagaimana suku dayak kayan dalam berburu di hutan hingga bagiamana dalam menjaga  kelestestraian hutan sebagai penopang kehidupan. Dan pada malam terakhir tiap –tiap kontingen menampilkan perwakilannya untuk menampilkan tari maupun musik.Dan pada hari terakhir 22 Oktober  2017 sebelum penutupan para kontingen beserta warga Long Pakaq mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan desa, kemudian lanjutkan musyawarah besar untuk menentukan kampung mana yang menjadi tuan rumah Hudoq Pakayang pada tahun 2018. Hasil musyawarah menetapkan kampung Long Nunuq sebagi tuan rumah pada pelaksanaan Hudoq Pakayang 2018,  nah anda bisa bersiap –siap mulai sekarang untuk menuju kabupaten Mahakam Ulu.

 

Acara festival di tutup dengan berbagai sambutan dan masukan dari berbagai pihak di akhri dengan makan bersama,dan disinilah terpancarakan sebuah toleransi dalam beragama.

Bagi yang beragama muslim yang  memasak juga orang muslim ( sebab sebagian suku dayak kayan muslim  ). Semua bisa hidup rukun berdampingan saling menghormati satu sama yang lain.

 

Melihat Euforia Hudoq Pakayang yang begitu meriah, Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh terharu dan merasa bangga atas antusias masyarakat. “Saya atas nama Pemkab Mahakam Ulu maupun secara pribadi sangat menyambut baik atas terselenggaranya acara ini, sebagai rasa cinta kita kepada budaya yang sangat erat dan kuat dalam sanubari kita semua,” ucapnya

Akhir kata saya sebagai penulis juga mengucapkan,terima kasih kepada rekan – rekan komunitas dan masyarakat Mahakam Ulu yang telah banyak memberikan sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk lebih dekat mengenal Indonesia.

Mohon maaf atas  segala kekurangan tulisan saya,

Kenali Negerimu,Cintai Negerimu  Pesona Indonesia.

 

TERKAIT

Transformasi Ekonomi Kaltim

Memenuhi undangan RRI PRO 1 FM Samarinda … live on air dengan tema Bagaimana Transformasi Ekonomi Kaltim dari Ekonomi Berbasis Penggunaan Sumber Daya Alam Menuju Sumber Daya Alam Terbaharukan. Mengapa

.....

Rock In Borneo

Jangan lupa Datang dan saksikan

.....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *